Pasific Pos.com
Papua Barat

15 Maret, Gubernur Buka Pameran Inovasi Publik

Bintuni, TP – Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan direncanakan akan membuka secara resmi pameran inovasi publik tingkat provinsi Papua Barat yang dipusatkan di Bintuni, 15 Maret 2018.

“Pameran inovasi publik di Bintuni akan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 15 hingga 17 Maret 2018. Kesiapan tempat pelaksanaan pameran sudah 100 persen. Panitia juga telah membangun sebanyak 31 stand yang akan digunakan untuk tempat pelaksanaan pameran inovasi publik tersebut,” jelas Pelaksana Teknis Persiapan Pameran Inovasi Publik Tingkat Provinsi Papua Barat, Julius Bandi, S.Sos, Sabtu (3/3).

Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortal) pada Setda kabupaten Teluk Bintuni ini mengungkapkan, Teluk Bintuni terpilih menjadi tuan rumah inovasi publik tingkat provinsi karena kabupaten Teluk Bintuni dinilai berhasil pada inovasi pelayanan publik di bidang transportasi darat yaitu Angkutan Masyarakat Bintuni (AMB) yang masuk Top 40 di tingkat nasional dan inovasi di bidang kesehatan dimana kabupaten Teluk Bintuni berhasil mengeliminasi malaria sehingga masuk Top 25 tingkat dunia.

“Dua alasan itulah mengapa kabupaten Teluk Bintuni tahun ini dipercayakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat sebagai tuan rumah pameran inovasi pelayanan publik tingkat provinsi Papua Barat berdasarkan Permen 03 Tahun 2018, yaitu lomba inovasi pelayanan publik. Akhirnya, mendapat insentif dari Menteri Keuangan RI dengan menambah APBD kabupaten Teluk Bintuni,” ungkap Julius Bandi.

Ia menjelaskan, Kabupaten Teluk Bintuni mendapatkan penghargaan sebagai tuan rumah lomba inovasi publik juga karena salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat yang saat ini paling menonjol di bidang inovasi publik.

“Saat gubernur membuka pameran inovasi publik tingkat 15 Maret 2018 nanti juga bersamaan gubernur juga akan memberikan penghargaan kepada Bupati Teluk Bintuni sebagai kabupaten Terbaik di Papua Barat yang berhasil melaksanakan inovasi publik AMB dan Eliminasi Malaria,” tukasnya.

Kedua inovasi publik ini, menurutnya inovasi perintis dari inovasi-inovasi publik lainnya yang ada di Bintuni yang selama ini masih tersembunyi. Misalnya inovasi publik dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, dimana sudah melibatkan ibu-ibu yang ada di distrik-distrik untuk memanfaatkan kulit kayu menjadi pakaian dan lainnya.

Kemudian, tanaman gedi dan sayur bayam yang diolah menjadi kerupuk. Termasuk juga buah merah yang pernah mengikuti lomba inovasi publik tingkat nasional. Namun karena terdapat kesalahan administrasi akhirnya buah merah belum lolos.

Namun, dari pihak Kementrian PAN-RB meminta agar bisa buah merah diikutkan kembali tahun ini untuk ikut lomba inovasi publik tingkat nasional.

“Atas perestasi yang dicapai kabupaten Teluk Bintuni dalam bidang inovasi publik, kita harus bangga. Meski kabupaten kita ini adalah kabupaten baru tetapi sudah bisa menunjukkan bahwa kabupaten Teluk Bintuni juga bisa atas berkat kemampuan para aparatnya serta adanya kerja sama antara para pimpian SKPD sehingga apa yang diinginkan kepala daerah itu bisa terbukti seperti adanya eliminasi malaria yang lolos inovasi publik tingkat dunia dan AMB yang juga akan menyusul ke inovasi publik tingkat dunia setelah nantinya masuk Top 25,” tutur Bandi.

Dalam kegiatan ini, Bandi juga menyebutkan bekerja sama dengan Telkom Bintuni untuk memasang perangkat Wifi di lokasi pameran inovasi publik. “Maksudnya agar saat pameran inovasi berlangsung kita dapat berkomunikasi dengan Kementrian PAN-RB karena setelah mengikuti lomba inovasi tingkat provinsi peserta yang ingin mengikuti tingkat nasional kita langsung bedah proposalnya lalu dikirim langsung ke pihak Kementrian PAN-RB dari lokasi pameran inovasi publik di Bintuni dimana sudah ada tim khusus dari provinsi yang siap menanganinya,” jelas Bandi.

Peserta pameran inovasi publik dari kabupaten/kota yang sudah memastikan ikut sebanyak 7 kabupaten/kota. Sementara dari Teluk Bintuni sebanyak 7 SKPD, sementara dari provinsi Papua Barat sebanyak 10 SKPD yang juga sudah memastikan ikut pameran inovasi publik.

“Kami menyediakan stand pameran sebanyak 31 unit yang kini telah berdiri di lapangan Sport Center Kampung Lama Bintuni. Saya berharap semua pimpinan SKPD di lingkup Pemda Teluk Bintuni ambil bagian pada pameran inovasi publik tersebut dengan menonjolkan inovasi-inovasi publik yang mereka miliki atau sudah kerjakan,” katanya.

Setiap stand nanti akan dikunjungi oleh Bupati untuk melihat bagaimana kinerja para pimpinan SKPD-nya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Deputi Bidang Inovasi Kementrian PAN-RB serta Kepala Biro Organisasi dari Provinsi Papua Barat.

Tim dari pusat sebagai penilai dari lomba inovasi publik tingkat provinsi. Inovasi dari SKPD di lingkup Pemda Teluk Bintuni yang dinilai sangat menonjol adalah inovasi publik dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, UPT AMB dari Dinas Perhubungan dan Dinas Perindagkop serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

“Antisipasi pemadaman listrik, kami juga telah siapkan genset genset khusus sehingga pada saat pameran berlangsung tidak ada gangguan,” tandasnya.[ABI-R3]